Catatan Khusus, bagian I
Oleh : Ripli Mokoginta
SEJAK terbentuk kurang lebih dua tahun silam tepatnya tahun 2017, hingga kini Komunitas Pemuda Rawajaya Pantai (KPRP) selalu menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat umum.
Bukan hanya di lingkungan pantai (RT 1 dan 2) tapi juga seluruh lapisan masyarakat Halmahera Utara. Tentunya dengan upaya Ilham Krois dan kawan-kawan dalam membina generasi di lingkungan pesisir kota, membuat nama KPRP begitu tersiar di mana-mana.
"Bangga kami dengan kemandirian mereka, senang kami dengan terobosan mereka, untung ada mereka sehingga kami terbantu, kira-kira begitu sepata dua kata yang sering terdengar dikala mereka melihat komunitas ini beraksi dan masih banyak lagi pujian-pujian yang mungkin belum kami dengar dan sebutkan di atas.
Namun dari sini tentunya penulis berharap bahwa jangan jadikan pujian ini sebagai kebanggaan tapi jadikan sebagai bahan evaluasi dalam menyusun rencana-rencana selanjutnya.
KPRP yang memiliki beberapa divisi dan beranggotakan puluhan pemuda yang rata-rata masih usia sekolah, tentu masih sangat membutuhkan bimbingan khusus.
Maka semoga ke depan di ulang tahun yang ke-2 misalnya atau pada momen-momen tertentu, kiranya bisa mengadakan berbagai kegiatan yang isinya terkait dengan pembinaan dan memberikan pengetahuan tentang peran pemuda pemula di kalangan masyarakat. Semoga..!!!
![]() |
| Ripli Mokoginta |
Oleh : Ripli Mokoginta
SEJAK terbentuk kurang lebih dua tahun silam tepatnya tahun 2017, hingga kini Komunitas Pemuda Rawajaya Pantai (KPRP) selalu menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat umum.
Bukan hanya di lingkungan pantai (RT 1 dan 2) tapi juga seluruh lapisan masyarakat Halmahera Utara. Tentunya dengan upaya Ilham Krois dan kawan-kawan dalam membina generasi di lingkungan pesisir kota, membuat nama KPRP begitu tersiar di mana-mana.
"Bangga kami dengan kemandirian mereka, senang kami dengan terobosan mereka, untung ada mereka sehingga kami terbantu, kira-kira begitu sepata dua kata yang sering terdengar dikala mereka melihat komunitas ini beraksi dan masih banyak lagi pujian-pujian yang mungkin belum kami dengar dan sebutkan di atas.
Namun dari sini tentunya penulis berharap bahwa jangan jadikan pujian ini sebagai kebanggaan tapi jadikan sebagai bahan evaluasi dalam menyusun rencana-rencana selanjutnya.
KPRP yang memiliki beberapa divisi dan beranggotakan puluhan pemuda yang rata-rata masih usia sekolah, tentu masih sangat membutuhkan bimbingan khusus.
Maka semoga ke depan di ulang tahun yang ke-2 misalnya atau pada momen-momen tertentu, kiranya bisa mengadakan berbagai kegiatan yang isinya terkait dengan pembinaan dan memberikan pengetahuan tentang peran pemuda pemula di kalangan masyarakat. Semoga..!!!

Komentar
Posting Komentar