Tobelo-Menyikapi
dampak Gizi Buruk dan Campak yang mengakibatkan puluhan anak di Kabupaten
Asmat, Papua, meninggal dunia. Rabu (14/02) kemarin belasan pemuda yang
menamakan Aliansi Peduli Masyarakat Asmat (APMA), menggelar aksi penggalangan
dana untuk Asmat. Aksi gabungan dari berbagai komunitas di antaranya, Anak Muda
Indonesia (AMI), Komunitas Pemuda Rawajaya Pantai (KPRP), Sahabat Muslim Tobelo
(SMT) Hiberera berlansung di beberapa titik di dalam Kota Tobelo, Halut.
Koordinator
Lapangan (Koorlap), Iwan Laisa dalam orasinya menyampaikan aksi ini merupakan
kepedulian pemuda pemudi desa Rawajaya dan masyarakat Halmahera Utara umumnya
terhadap bencana kemanusiaan gizi buruk yang terjadi di kabupaten Asmat, Papua.
Meskipun
status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Asmat memang telah dicabut oleh
pemerintah Kabupaten Asmat pada selasa (06/02) pekan lalu. Namun, bukan berarti
permasalahan ini selesai, karena masalah gizi buruk masih terus menghantui
kesehatan anak-anak Asmat terutama di pedalaman Papua.
Kepedulian
kita jangan hanya berhenti di sini, sebab masih banyak hal yang harus diperbuat
untuk mereka di sana terutama untuk program pendampingan dan pemberdayaan
masyarakat. Sebagaimana yang sudah dilakukan oleh sejumlah lembaga di pedalaman
papua agar supaya kasus gizi buruk maupun kasus kasus yang lain tidak terulang
kembali,” tutupnya.
Sementara
itu, Divisi Pendidikan & Pembinaan KPRP Nanang Herman Halamury, mengatakan
aksi yang berlansung hingga siang berhasil mengumpulkan Rp.3.780.000, dan
nantinya dana tersebut akan di salurkan melalui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Dia berharap
kita senantiasa harus membersihkan pikiran, mengamalkan cinta kasih dan kasih
sayang kita dengan tanpa syarat, tidak mengharapkan sesuatu imbalan, itulah
jalan terbaik. Sebab membantu orang lain adalah membantu kita sendiri,”Katanya.(humas)

Komentar
Posting Komentar